Program Penata Anastesi Provinsi Maluku

Workshop Program Penata Anastesi dilaksanakan di Ballroom hotel Natsepa pada hari Senin tanggal 22 Juli 2019 dibuka oleh Wakil Gubernur Provinsi Maluku dan Sekretaris KTKI. Pada kesempatan itu pula Ketua IPAI Pusat mengambil sumpah profesi Tenaga Penata Anastesi. Sekretaris KTKI menerima Piagam penghargaan dari Ketua IPAI Provinsi Maluku sebagai bentuk apresiasi kepada Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia yang telah berhasil dan sukses mengadakan Workshop Program Penata Anastesi Provinsi Maluku. 
Merujuk UU nomor 36 Tahun 2014, bahwa Tenaga Penata Anastesi sangat penting kedudukannya didalam pelayanan kamar operasi, namun sampai saat ini di Provinsi Maluku belum ada tenaga tersebut di impasing kedalam jabatan fungsional penata anastesi. Dengan workshop ini Ketua Ikatan Penata Anasteri Indonesia (IPAI) Provinsi Maluku Harun S. Latulumamina, SST, M.Tr. Kep mengharapkan kepada Pemerintah Daerah agar menyusun dan menetapkan Regulasi Jabfung Penata Anastesi. Perlu diketahui jumlah tenaga penata anastesi di Provinsi Maluku hanya berjumlah 38 orang yang tersebar di 10 kabupaten kota, di Kabupaten Buru Selatan belum ada tenaga penata anastesi dan dokter spesialis nya. Harun meminta untuk penerimaan CPNS tahun depan agar penerimaan tenaga penata anastesi mendapat prioritas utama karena pada tahun yang sama ada beberapa tenaga penata anastesi memasuki masa purna bakti.
Hadir pada acara tersebut, Wakil gubernur Propinsi Maluku, Barnabas Orno, Sekretaris Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia Dra. Oos Fatimah Rosyati, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Ketua IPAI Pusat Dra. Dorce Tadung, MSi, Kepala Sub Bagian Keprofesian Sekretariat KTKI Drg. Nyiayu H.A Sonia,M.Kes beserta staf dan nara sumber adalah Mudjiharto,. SKM,MM Kadiv Pembinaan Profesi KTKI, Kedokteran Bedah, dan Kedokteran Obgin.
 

News or Article: 
Multi Image: